Ikrar Pejuang Hak Asasi Manusia

lapindo31Hari Air Sedunia tanggal 22 Maret lalu baru saja terlewatkan begitu saja, seolah masalah berkurangnya sumber dan pencemaran air bukan lagi isu penting. Bulan depan, hanya beberapa hari setelah Pemilu – yaitu tanggal 22 April akan ada kampanye Hari Bumi. Hanya sebulan sebelum jadwal Pilpres – tepatnya tanggal 5 Juni akan ada peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia.

Sayangnya hampir tidak ada Partai yang mengangkat isu ini dalam materi kampanyenya. Kalaupun ada, masih sebatas ide dasar tanpa ada rencana aksi dan komitmen pelaksanaannya. menyambut Pemilu 2009 ini, tanggal 17-20 Maret 2009 di Wisma Makara UI, Depok, diadakan Kongres Pejuang HAM dengan peserta dari 24 Propinsi yang diprakarsai oleh KontraS, ICTJ, IKOHI, JATAM, JSKK, Kalyanamitra, KontraS, LBH Jakarta, PBHI Jakarta, SHI, Demos, Walhi, YAPPIKA, PRAXIS, Foker LSM Papua, KontraS Aceh, Koalisi NGO HAM Aceh, Federasi KontraS.

Berikut ini hasil dari Kongres tersebut berupa Ikrar Pejuang HAM :

Kami, Para Pejuang Hak Asasi Manusia (HAM), berasal dari 24 propinsi di Indonesia, berlatar belakang sebagai korban Pelanggaran HAM, baik hak Sipil Politik dan hak Ekonomi, Sosial, Budaya menyatakan:

1. Prihatin dengan tidak adanya kemauan politik Negara menyelesaikan berbagai masalah pelanggaran berat HAM dan memenuhi hak-hak dasar rakyat..

2. Prihatin dengan tidak adanya upaya-upaya Negara untuk memberikan perlindungan hak-hak dasar rakyat dari krisis ekonomi, kerusakan lingkungan hidup dan rasa aman.

3. Prihatin dengan penghilangan makna Pemilu, yang hanya menjadi rutinitas lima tahunan, dan ajang bagi elit politik warisan Orde Baru, serta kelompok pro status quo untuk melanggengkan kekuasaan.

4. Prihatin dengan calon legislatif, bakal calon presiden dan wakil presiden yang tersedia dalam Pemilu 2009, umumnya memiliki latar belakang sebagai pelaku pelanggar HAM, pelindung pelanggar HAM, atau yang tidak punya agenda HAM.

Berdasarkan keprihatinan di atas, kami para pejuang HAM Indonesia yang telah menggelar Kongres Pejuang HAM bertempat di Wisma MAKARA Universitas Indonesia (UI), Depok, Jawa Barat pada tanggal 17-20 Maret 2009, menyatakan:

1. Menyepakati bahwa penguatan dan konsolidasi gerakan rakyat/korban sebagai jalan keluar untuk memperkuat daya kritis, daya kontrol dan daya tawar politik yang sejati.

2. Menyerukan kepada masyarakat khususnya pemilih, untuk tidak memilih caleg, parpol dan capres/cawapres pelaku pelanggar HAM, pelindung pelanggar HAM, atau yang tidak punya agenda HAM.

3. Menyerukan kepada masyarakat khususnya pemilih, untukmemilih caleg, parpol, calon presiden dan calon wakil presiden yang pro HAM dan pro rakyat, serta tidak mudah percaya pada janji mereka yang tidak punya jejak rekam keberpihakan terhadap korban/rakyat.

4. Mengajak kepada rakyat yang memilih golput, untuk menjadi golput yang kritis dan aktif dengan mengorganisir diri, serta melakukan pendidikan politik.

5. Mendesak Negara untuk memenuhi kewajibannya untuk menuntaskan berbagai masalah pelanggaran berat HAM dan memenuhi hak-hak dasar pada sisa waktu pemerintahannya. Atas nama kebenaran dan keadilan, Ikrar pejuang HAM ini kami peruntukan bagi perubahan Indonesia yang lebih beradab, berprikemanusiaan dan berkeadilan sosial.

Depok, 20 Maret 2009

3 Comments

Filed under HAM

3 responses to “Ikrar Pejuang Hak Asasi Manusia

  1. assalamu alaikum wr. wb.

    Permisi, saya mau numpang posting (^_^)

    http://ulamasunnah.wordpress.com/2008/06/03/menggugat-demokrasi-daftar-isi/
    http://hizbut-tahrir.or.id/2009/03/24/hukum-pemilu-legislatif-dan-presiden/

    sudah saatnya kita ganti sistem, semoga link di atas bisa menjadi salah satu rujukan…

    Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya.
    Mohon maaf kalau ada perkataan yang kurang berkenan. (-_-)

    wassalamu alaikum wr. wb.

  2. Bung Iman, sepertinya harus dipikirkan bgm membuat masalah HAM menjadi “komoditas utama” dalam politik nasional. Persoalannya, menurut aku, watak orang kita yang mudah memaafkan, mudah lupa dan memudahkan semua persoalan (termasuk HAM) menjadi isu penting yang harus diatasi agar soal HAM ini bisa menjadi salah satu agenda utama, selain tentunya masalah ekonomi dan kesejahteraan.

  3. Deasy Odira

    Kebanyakan cuek membuat orang Indonesia kehilangan tepo salira (yg dulu sangat didengung2kan waktu kita SD). Ketika orang dewasa, lupa utk saling menghargai HAM kalo itu tdk menyangkut kepentingan ybs ..
    Salut buat pak Iman. Ditunggu kiprahnya …

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s