Afghanistan Dari Sisi Lain

cover-kiterunnerSetelah mencari-cari waktu, akhirnya selesai juga membaca 2 novel karya Khaled Hosseini, The Kite Runner dan A Thousand Splendid Suns.  Sayangnya tidak menemukan versi bahasa Inggris dan harus puas dengan terbitan bahasa Indonesianya saja. Bahkan cover buku yang beredar di Indonesia pun ternyata berbeda dengan versi aslinya.  Kedua buku ini sebenarnya sudah cukup lama beredar,  kabarnya The Kite Runner saja sudah terjual sebanyak 8 Juta kopi di seluruh dunia dan sudah juga difilmkan.

Nama-nama seperti Kabul, Kandahar, Peshawar dan Khyber Pass mungkin sudah tidak asing lagi dengan telinga ummat muslim Indonesia. Novel-novel ini mengambil setting di kota-kota ini. Ceritanya berlatar belakang perang yang hampir tidak pernah berhenti sejak masa kekuasaan Monarki, Demokrasi, masuknya Uni Soviet, Mujahidin, konflik antar faksi Mujahidin, Taliban, sampai masuknya tentara aliansi pimpinan Amerika Serikat.

The Kite Runner bercerita tentang persahabatan, penghianatan dan cover-splendidsunspenebusan dosa antara dua sahabat Amir dan Hassan.  Sementara A Thousand Splendid Suns bercerita tentang kehidupan dan penderitaan perempuan dalam masa perang di Afghanistan, Mariam dan Laila menjadi tokoh sentral disini.  Oleh penulisnya, penindasan terhadap etnis minoritas diceritakan, perebutan kekuasaan antar faksi dibeberkan dan keindahan budaya dan alam digambarkan secara menarik.

Ada satu pesan ayah Amir tentang Dosa yang pantas untuk direnungkan oleh rakyat Indonesia yang  didera penyakit korupsi berkepanjangan ini, yaitu: “…Kalau kau membunuh seorang pria, kau mencuri kehidupannya. Kau mencuri seorang suami dari istrinya, merampok seorang ayah dari anak-anaknya. Kalau kau berbohong, kau mencuri hak seseorang untuk mendapatkan kebenaran. Kalau kau berbuat curang, kau mencuri hak seseorang untuk mendapatkan keadilan. Tidak ada tindakan yang lebih hina daripada mencuri…“.

Kedua novel ini sangat direkomendasikan untuk dibaca. Setidaknya akan membuat kita besyukur telah dilahirkan dan hidup di Indonesia yang tidak dirundung peperangan dan kekerasan bersenjata tanpa berkesudahan. Sampai tulisan ini diposting saja, kekerasan di Afghanistan nampaknya masih akan jauh dari selesai. Semoga Allah SWT memberikan kekuatan iman bagi saudara-saudara kita disana. Amin.

Leave a comment

Filed under LitReview

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s